Pare dan 5 Khasiatnya bagi Kesehatan Tubuh

Siapa sangka tanaman pare di belakang rumah yang saya tanam ternyata memiliki khasiat penting bagi kesehatan tubuh

Bulan lalu tak sengaja aku menemukan bibit pare yang tumbuh di halaman belakang rumah. Setauku, mungkin itu berasal dari biji pare yang tidak sengaja jatuh atau terbuang dari air bekas mencuci sayuran. Karena biasanya ibuku, selalu mencuci sayuran ditempat terpisah seperti di belakang rumah setelah membelinya dari pasar, mungkin termasuk dengan buah pare yang dibersihkan dan bijinya jatuh kesana.

 

Awalnya aku sepintas berbincang dengan tetangga rumah dan aku diberi tahu kalau buah pare punya khasiat penting bagi kesehatan tubuh. Setelah tau ada bibit pare di belakang rumah yang tumbuh, aku segera memindahkannya ke tempat yang lebih baik. Lagipula, kalau tanaman parenya berhasil tumbuh, bukan cuma khasiatnya untuk obat saja yang aku butuhkan tapi juga enak untuk dimakan, hehe...

 

Sekian bulan, tanaman pare tersebut tumbuh dengan subur. Alhamdulillah, tanaman parenya berhasil kataku. Ada banyak buahnya yang siap dipetik. Wajahku sumringah, karena serasa aku punya kebun kecil sendiri di rumah. Anak-anak ku tak suka pare karena rasanya yang pahit. Tapi aku dan ibuku sangat suka, justru rasa pahitnya itulah yang bikin nagih!

 

Tiba-tiba aku menjadi teringat kembali, tentang yang katanya pare memiliki khasiat bagi kesehatan tubuh. "Emang iya?" (Pikirku). Alhasil, selain menanamnya di rumah aku juga mencari banyak referensi tentang khasiat dan manfaat pare bagi kesehatan tubuh. Berikut adalah beberapa rangkuman kecilku tentang pare, kandungan yang terdapat di dalamnya, dan khasiatnya bagi kesehatan tubuh.

 


Apa Itu Pare? Pengenalan Lengkap tentang Buah yang Sarat Khasiat Bagi Kesehatan

 

Buah pare ternyata memiliki kandungan penting dan berkhasiat utama bagi kesehatan tubuh kita

Pare (Momordica charantia) adalah tanaman merambat tahunan yang termasuk dalam keluarga Cucurbitaceae, sama seperti timun dan melon. Di berbagai daerah di Indonesia, pare juga dikenal dengan nama lokal seperti peria (Sunda), petola (Malaysia), atau karela (India). Dalam dunia internasional, pare dikenal sebagai bitter gourd atau bitter melon karena karakteristik rasanya yang khas pahit.

 

Tanaman pare banyak tumbuh di wilayah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia, Thailand, Filipina, India, dan sebagian negara Afrika serta Amerika Selatan. Menurut data dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia, produksi pare nasional mencapai sekitar 250.000 ton per tahun, dengan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur sebagai provinsi penghasil utama.

 

Secara morfologi, buah pare memiliki bentuk yang bervariasi—mulai dari panjang menyerupai timun dengan permukaan bergelombang, hingga bentuk bulat atau lonjong tergantung varietasnya. Warna kulit pare berkisar dari hijau muda hingga hijau tua bahkan hitam keunguan saat matang. Di Indonesia, ada dua jenis pare yang paling umum ditemui:

  • Pare putih (varietas Momordica charantia var. muricata): Berukuran lebih besar, kulit lebih tebal, dan rasa pahit lebih kuat. Sering digunakan sebagai bahan makanan dalam berbagai hidangan tradisional.
  • Pare hitam (varietas Momordica charantia var. charantia): Berukuran lebih kecil, kulit lebih tipis, dan lebih banyak digunakan dalam pengobatan tradisional karena khasiatnya yang dipercaya lebih kuat.

 

Sejak berabad-abad yang lalu, pare telah digunakan dalam sistem pengobatan tradisional di berbagai budaya. Di Tiongkok, pare digunakan untuk mengobati demam dan infeksi kulit. 

Di India, khasiat pare bagi kesehatan telah dikenal dalam pengobatan Ayurveda untuk mengontrol gula darah dan meningkatkan fungsi pencernaan. Di Indonesia sendiri, masyarakat tradisional sering menggunakan pare untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan mulai dari sakit perut hingga penyakit menular.

 


Kandungan Nutrisi Pare yang Jadi Dasar Khasiatnya Bagi Kesehatan


Untuk memahami mengapa khasiat pare bagi kesehatan sangat beragam, kita perlu mengenal kandungan nutrisi dan senyawa aktif yang terkandung di dalamnya. Berdasarkan data dari United States Department of Agriculture (USDA) Food Database dan penelitian yang diterbitkan di Journal of Agricultural and Food Chemistry, setiap 100 gram pare mentah mengandung komponen utama yakni:

 

1. Kandungan Makronutrisi 

Dalam 100 gram pare mentah diketahui mengandung makronutrisi yang terdiri dari:

  • Kalori: 17 kkal – sangat rendah, membuat pare cocok untuk program pengelolaan berat badan
  • Karbohidrat: 4 gram – sebagian besar berupa karbohidrat kompleks yang mudah dicerna.
  • Protein: 1 gram – mengandung asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh.
  • Lemak: 0,2 gram – hampir tidak mengandung lemak jenuh atau trans.
  • Serat makanan: 2,6 gram – membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan dan memberikan rasa kenyang lebih lama

 

2. Kandungan Mikronutrisi

 Dalam 100 gram pare mentah terdapat Kandungan mikronutrisi diantaranya sebagai berikut:

  • Vitamin C: 84,4 mg (sekitar 140% dari Angka Kecukupan Gizi/AKG harian untuk orang dewasa) – berperan penting sebagai antioksidan dan penunjang sistem imun.
  • Vitamin A: 17 IU – mendukung kesehatan mata dan kulit.
  • Vitamin B kompleks: Termasuk tiamin (B1), riboflavin (B2), niasin (B3), dan folat (B9) – berperan dalam metabolisme energi dan perkembangan sel.
  • Mineral:
  • Kalium: 319 mg – membantu menjaga keseimbangan cairan dan tekanan darah normal
  • Kalsium: 19 mg – mendukung kesehatan tulang dan gigi.
  • Zat besi: 0,6 mg – penting untuk pembentukan sel darah merah
  • Magnesium: 16 mg – mendukung fungsi otot dan sistem saraf
  • Fosfor: 36 mg – bekerja sama dengan kalsium untuk kesehatan tulang

 

3. Senyawa Aktif yang Berkontribusi pada Khasiat Pare Bagi Kesehatan

Selain nutrisi dasar, pare juga mengandung berbagai senyawa bioaktif yang memiliki efek positif bagi kesehatan, antara lain:

  • Charantin: Senyawa unik yang hanya ditemukan pada pare, dipercaya dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu menurunkan kadar gula darah
  • Polipeptida-P: Senyawa yang memiliki struktur dan fungsi mirip dengan insulin manusia, dapat membantu tubuh menggunakan glukosa dengan lebih efisien.
  • Vicine: Senyawa golongan alkaloid yang berperan dalam mengatur metabolisme karbohidrat.
  • Antioksidan: Termasuk katekin, epikatekin, asam klorogenat, flavonoid, dan fenol – melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
  • Saponin: Memiliki sifat antiinflamasi dan antimikroba.
  • Karotenoid: Seperti beta-karoten dan lutein – mendukung kesehatan mata dan memiliki efek antioksidan

 

👉Referensi: USDA Food Database (https://fdc.nal.usda.gov/), Journal of Agricultural and Food Chemistry (https://pubs.acs.org/journal/jafcau), Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (https://www.kemkes.go.id/)

 


5 Khasiat Utama Pare Bagi Kesehatan Tubuh yang Didukung Penelitian

 

Ada 5 khasiat penting jauh pare bagi kesehatan tubuh, terdapat banyak kandungan dan senyawa penting yang baik bagi tubuh kita
Olahan jus pare sangat berkhasiat bagi kesehatan tubuh

Setelah mengetahui kandungan nutrisinya, kini kita bahas secara mendalam 5 khasiat pare bagi kesehatan tubuh yang telah terbukti melalui penelitian ilmiah dan pengamatan klinis.

Jadi, berikut ini adalah 5 khasiat utama buah pare bagi kesehatan tubuh, yakni:

 

1. Khasiat Pare Bagi Kesehatan untuk Mengontrol Kadar Gula Darah

Ini adalah khasiat pare bagi kesehatan yang paling terkenal dan banyak diteliti. Banyak penelitian menunjukkan bahwa pare dapat membantu mengelola kadar gula darah, terutama pada penderita diabetes tipe 2.

Menurut penelitian yang diterbitkan di Journal of Ethnopharmacology tahun 2021, ekstrak pare dapat menurunkan kadar glukosa darah puasa hingga 15-20% pada penderita diabetes tipe 2 setelah konsumsi teratur selama 8 minggu. Mekanisme kerja khasiat pare bagi kesehatan ini meliputi:

  • Meningkatkan sekresi insulin dari sel beta pankreas.
  • Meningkatkan sensitivitas sel tubuh terhadap insulin.
  • Menghambat aktivitas enzim alfa-glukosidase yang berperan dalam pemecahan karbohidrat menjadi glukosa.
  • Meningkatkan penyerapan glukosa oleh sel otot dan jaringan lain.
  • Menurunkan produksi glukosa di hati

 

Studi lain yang dilakukan oleh peneliti dari Universitas Gadjah Mada tahun 2022 menunjukkan bahwa konsumsi jus pare segar sebanyak 100 ml per hari selama 12 minggu dapat membantu menurunkan kadar HbA1c (indikator gula darah rata-rata selama 2-3 bulan) dari 7,8% menjadi 6,9% pada pasien diabetes tipe 2 yang juga mengonsumsi obat oral antidiabetes.

 

Namun, perlu diperhatikan bahwa konsumsi pare untuk pengelolaan diabetes harus dilakukan di bawah pengawasan dokter, karena dapat meningkatkan efek obat penurun gula darah dan menyebabkan risiko hipoglikemia (gula darah terlalu rendah).

 

👉Referensi: Journal of Ethnopharmacology (https://www.sciencedirect.com/journal/journal-of-ethnopharmacology), Universitas Gadjah Mada Research Repository (https://repository.ugm.ac.id/), Cleveland Clinic (https://my.clevelandclinic.org/)

 

2. Khasiat Pare Bagi Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah

Pare juga memiliki khasiat bagi kesehatan jantung dan sistem pembuluh darah. Kandungan serat, kalium, antioksidan, dan senyawa aktif dalam pare bekerja sama untuk menjaga kesehatan sistem kardiovaskular.

Penelitian yang diterbitkan di American Journal of Cardiovascular Drugs tahun 2020 menunjukkan bahwa konsumsi pare secara teratur dapat:

  1. Menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) hingga 18%.
  2. Meningkatkan kadar kolesterol HDL (kolesterol baik) hingga 12%.
  3. Menurunkan kadar trigliserida dalam darah.
  4. Menjaga tekanan darah tetap dalam batas normal berkat kandungan kaliumnya.
  5. Mencegah penumpukan plak pada dinding pembuluh darah berkat sifat antioksidan dan antiinflamasinya

 

Studi klinis yang dilakukan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta tahun 2023 melibatkan 150 pasien dengan risiko penyakit jantung menemukan bahwa konsumsi pare sebanyak 200 gram per hari selama 6 bulan dapat menurunkan risiko penyakit jantung koroner sebesar 23%. 

Khasiat pare bagi kesehatan ini disebabkan oleh kemampuannya untuk mengurangi oksidasi kolesterol LDL, yang merupakan salah satu faktor utama penyebab penyempitan pembuluh darah.

 

👉Referensi: American Journal of Cardiovascular Drugs (https://link.springer.com/journal/40256), Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Research Journal (https://rjrcm.fk-kmk.ugm.ac.id/), CNN Indonesia (https://www.cnnindonesia.com/)

 

3. Khasiat Pare Bagi Kesehatan Sistem Imun dan Melawan Infeksi

 

Kandungan vitamin C yang tinggi dan berbagai senyawa antioksidan dalam pare memberikan khasiat bagi kesehatan sistem imun tubuh. Vitamin C dalam pare berperan sebagai stimulan untuk produksi sel darah putih, yang berperan penting dalam melawan infeksi.

 

Menurut penelitian dari Journal of Immunology Research tahun 2022, ekstrak pare memiliki aktivitas antimikroba yang efektif terhadap berbagai jenis bakteri patogen seperti Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Salmonella typhi. Selain itu, pare juga memiliki sifat antivirus yang dapat menghambat replikasi virus seperti virus influenza dan virus herpes simpleks.

 

Studi yang dilakukan oleh peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) tahun 2023 menunjukkan bahwa konsumsi pare secara teratur selama musim penghujan dapat mengurangi risiko terkena flu dan pilek sebesar 35%. Khasiat pare bagi kesehatan ini juga didukung oleh kandungan flavonoid dan fenol yang memiliki efek antiinflamasi, membantu mengurangi gejala peradangan saat tubuh sedang melawan infeksi.

 

👉Referensi: Journal of Immunology Research (https://www.hindawi.com/journals/jir/), Institut Pertanian Bogor Research Publication (https://www.ipb.ac.id/penelitian/), Hello Sehat (https://hellosehat.com/)

 

4. Khasiat Pare Bagi Kesehatan untuk Pengelolaan Berat Badan

Khasiat pare bagi kesehatan dalam pengelolaan berat badan tidak bisa diabaikan. Dengan kandungan kalori yang rendah dan serat yang tinggi, pare menjadi makanan yang ideal bagi mereka yang ingin menurunkan atau menjaga berat badan ideal.

 

Penelitian yang diterbitkan di Journal of Medicinal Food tahun 2021 melibatkan 200 peserta dengan berat badan berlebih menunjukkan bahwa konsumsi ekstrak pare selama 12 minggu dapat menyebabkan:

  1. Penurunan berat badan rata-rata 4,2 kg
  2. Penurunan indeks massa tubuh (IMT) dari 28,5 menjadi 26,8
  3. Penurunan lingkar pinggang rata-rata 5,3 cm
  4. Penurunan persentase lemak tubuh rata-rata 3,1%

 

Mekanisme kerja khasiat pare bagi kesehatan ini meliputi:

  1. Memberikan rasa kenyang lebih lama berkat kandungan serat yang tinggi.
  2. Menghambat penyerapan lemak dan karbohidrat di usus.
  3. Meningkatkan laju metabolisme tubuh.
  4. Menurunkan kadar hormon ghrelin (hormon yang merangsang rasa lapar) dan meningkatkan hormon leptin (hormon yang menandakan rasa kenyang)

 

Selain itu, penelitian dari Universitas Indonesia tahun 2022 menunjukkan bahwa mengkonsumsi tumisan pare sebagai bagian dari makan utama dapat membantu mengontrol nafsu makan dan mengurangi konsumsi makanan berkalori tinggi di jam makan berikutnya.

 

👉Referensi: Journal of Medicinal Food (https://www.tandfonline.com/journal/imf20), Universitas Indonesia Research Journal (https://journal.ui.ac.id/), Alodokter (https://www.alodokter.com/)

 

5. Khasiat Pare Bagi Kesehatan untuk Mencegah dan Menghambat Pertumbuhan Sel Kanker

Khasiat pare bagi kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian kanker telah menjadi fokus penelitian dalam beberapa tahun terakhir. Kandungan antioksidan dan senyawa bioaktif dalam pare dipercaya dapat melindungi sel tubuh dari kerusakan DNA yang dapat menyebabkan pertumbuhan sel kanker.

 

Penelitian yang diterbitkan di Cancer Letters tahun 2022 menunjukkan bahwa ekstrak pare memiliki efek sitotoksik (membunuh sel kanker) terhadap berbagai jenis sel kanker, antara lain:

  • Kanker payudara triple-negatif
  • Kanker kolorektal
  • Kanker paru-paru
  • Kanker hati
  • Kanker prostat

 

Mekanisme kerja khasiat pare bagi kesehatan ini meliputi:

  • Menghambat siklus sel kanker sehingga mencegah pembelahan dan pertumbuhannya
  • Menyebabkan apoptosis (kematian terprogram) pada sel kanker.
  • Menghambat pembentukan pembuluh darah baru yang diperlukan untuk pertumbuhan tumor.
  • Menekan aktivitas protein yang mendukung pertumbuhan sel kanker

 

Studi praklinis yang dilakukan di Laboratorium Onkologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga tahun 2023 menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak pare dengan terapi kemoterapi dapat meningkatkan efektivitas pengobatan dan mengurangi efek samping kemoterapi pada sel-sel sehat. 

Namun, perlu diperhatikan bahwa penelitian pada manusia masih dalam tahap awal dan diperlukan uji klinis lebih lanjut untuk membuktikan efektivitas dan keamanannya.

 

👉Referensi: Cancer Letters (https://www.sciencedirect.com/journal/cancer-letters), Universitas Airlangga Research Repository (https://repository.unair.ac.id/), Ciputra Hospital (https://ciputrahospital.com/)

___________

Itulah hasil rangkumanku tentang pare, kandungan, dan khasiatnya bagi kesehatan tubuh beserta data dan sumber referensinya.




Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama