Apakah kamu pernah inisiatif atau tertarik untuk membuat cerpen anak? Menulis atau membuat cerpen anak merupakan salah satu cara untuk menyalurkan imajinasi yang tanpa batas serta membawa pesan moral yang penting untuk anak-anak. Sedangkan bagi anak-anak, cerpen anak merupakan media hiburan dan ruang imajinasi yang menyenangkan.
Cerpen anak merupakan media yang paling efektif untuk mengajarkan nilai-nilai penting kepada anak. Anak-anak juga yang biasa dibacakan cerpen akan membantu mereka dalam pertumbuhannya menjadi anak-anak yang cakap dan pandai berkomunikasi. Sungguh sangat besar manfaat cerpen anak bagi anak-anak. Lalu bagaimana cara yang mudah untuk membuat cerpen anak?
Teman Henguru kamu hari ini akan menjelaskan 5 langkah penting yang harus diperhatikan untuk membuat cerpen anak cepat dan mudah. Bukan hanya langkah-langkah dalam membuat cerpen anak, artikel ini juga lengkap dengan contoh cerpen anak yang menarik.
Sebelum melangkah jauh, bagaimana 5 langkah penting membuat cerpen anak yang mudah dan cepat, berikut ini kita perlu mengenali terlebih dahulu pengertian cerpen anak, termasuk perbedaan cerpen anak dan cerpen lainnya.
Apa itu cerpen anak?
Perbedaan cerpen anak dengan cerpen lainnya
- Bahasa yang Digunakan: Cerpen anak menggunakan kalimat pendek, kosakata sederhana, dan mudah dipahami. Sedangkan cerpen lainnya bisa menggunakan bahasa yang lebih kompleks dan memiliki makna tersembunyi.
- Alur Cerita: Cerpen anak memiliki alur yang lurus dan jelas, biasanya dimulai dengan permasalahan sederhana dan diakhiri dengan solusi yang positif. Cerpen lainnya bisa memiliki alur yang melengkung atau memiliki banyak plot twist.
- Pesan yang Disampaikan: Cerpen anak selalu mengandung pesan moral yang jelas dan positif. Cerpen lainnya bisa memiliki pesan yang lebih kompleks atau bahkan tidak memiliki pesan moral tertentu.
- Karakter Tokoh: Tokoh dalam cerpen anak umumnya mudah dikenali, dengan sifat yang jelas (baik atau jahat). Sedangkan tokoh dalam cerpen lainnya bisa memiliki karakter yang lebih kompleks dan multidimensi.
- Konteks Cerita: Cerpen anak menghindari konten yang terlalu berat, seperti kekerasan, cinta dewasa, atau masalah sosial yang kompleks. Cerpen lainnya bisa membahas berbagai topik sesuai dengan target pembacanya.
5 Langkah Penting Membuat Cerpen Anak
Langkah 1: Tentukan Target Pembaca dan Tema Cerita
Langkah 2: Buat Tokoh yang Menarik dan Mudah Dikenali
Langkah 3: Susun Alur Cerita yang Jelas dan Singkat
- Pembukaan: Perkenalkan tokoh dan latar cerita.
- Permasalahan: Ajukan masalah kecil yang harus diatasi tokoh utama.
- Penyelesaian: Tunjukkan bagaimana tokoh utama mengatasi masalah dengan cara yang positif.
- Penutupan: Berikan kesimpulan dan pesan moral yang jelas.
Langkah 4: Gunakan Bahasa yang Sederhana dan Menarik
Langkah 5: Periksa dan Koreksi Cerita
Bagian Penting yang Harus Diperhatikan dalam Membuat Cerpen Anak
1. Latar Cerita
2. Pesan Moral
3. Gaya Bercerita
4. Panjang Cerita
Hal yang Perlu Dihindari dalam Membuat Cerpen Anak
- Konten yang Tidak Sesuai: Hindari cerita yang mengandung kekerasan, ketakutan berlebih, atau topik yang terlalu kompleks untuk anak-anak.
- Bahasa yang Sulit: Jangan menggunakan kosakata yang rumit, singkatan yang tidak dikenal, atau kalimat yang panjang dan berbelit-belit.
- Pesan Moral yang Tidak Jelas: Jangan membuat cerita tanpa tujuan atau pesan yang tidak konsisten dengan nilai-nilai positif.
- Tokoh yang Tidak Jelas: Hindari membuat tokoh dengan karakter yang ambigu atau sulit dikenali oleh anak-anak.
- Alur yang Rumit: Jangan menambahkan terlalu banyak plot atau peristiwa yang membuat cerita menjadi tidak fokus.
Contoh Cerpen Anak dan Penjelasannya
Judul Cerpen: Si Kancil yang Jujur
Penjelasan Cerpen:
- Target Pembaca: Anak usia 5-8 tahun.
- Bahasa: Sederhana, kalimat pendek, dan mudah dipahami.
- Alur: Jelas dengan struktur pembukaan, permasalahan, penyelesaian, dan penutupan.
- Pesan Moral: Mengajarkan pentingnya kejujuran dan tidak mengambil barang yang bukan milik sendiri.
- Tokoh: Tokoh utama (si Kancil) dengan karakter positif, dan tokoh pendukung (si Kera dan si Kambing) yang membantu menguatkan pesan cerita.
Contoh Cerpen 2, tema Ramadhan:
Judul cerpen: Si Bona dan Rahasia Bulan Ramadhan
Si Bona adalah anak laki-laki yang suka sekali makan – terutama bakso kuah panas dan es cendol yang menggigit lidah! Ketika bulan Ramadhan tiba dan Mama bilang harus berpuasa dari subuh sampai maghrib, Bona langsung mengerutkan kening seperti sedang makan pepaya pahit.
"Mama, perut saya kan kecil saja, bagaimana kalau nanti lemas kayak mainan robot yang kehabisan baterai?" keluh Bona sambil menepuk-nepuk perutnya yang sedang keroncongan.
Mama hanya tersenyum dan berkata, "Nanti kamu akan tahu, nak. Ada rahasia spesial di bulan Ramadhan lho."
Hari pertama puasa, Bona benar-benar merasa seperti ikan yang terlempar ke pasir. Setiap kali mencium aroma makanan yang dimasak Mama, dia langsung menutup hidung dengan kedua tangan dan berlari ke kamar. Ketika melihat kakak-adiknya sedang asik bermain tanpa mengeluh lapar, Bona jadi kesal dan mulai marah-marah tanpa sebab – bahkan marah karena boneka bajaknya yang tidak mau berdiri tegak!
Sore harinya, Bona pergi ke rumah nenek yang tinggal di dekat masjid. Tiba-tiba dia melihat sekelompok anak-anak sedang berkumpul di halaman masjid, mereka sibuk membuat kartu ucapan untuk orang tua dan saudara. Ada juga yang sedang belajar membaca Al-Qur'an dengan suara yang sedikit geli tapi penuh semangat.
"Kenapa mereka bisa senyum-senyum saja padahal juga sedang puasa?" gumam Bona dalam hati.
Nenek lalu mengajak Bona duduk di depan rumahnya. "Bona, kamu tahu nggak ya kenapa kita berpuasa?" tanya Nenek sambil memberikan air hangat.
Bona menggelengkan kepala. Nenek lalu mengambil dua buah mangga – satu sudah matang dan manis, satu masih muda dan asam. "Kalau kamu makan mangga muda sekarang, rasanya pasti nggak enak kan? Tapi kalau kamu tunggu sampai dia matang, rasanya akan sangat manis!" jelas Nenek.
Lalu Nenek mengajak Bona melihat ke arah masjid, di mana banyak orang sedang berkumpul untuk berbuka bersama. Ada yang membawa makanan beragam, mereka saling berbagi dengan senyum hangat. "Puasa itu bukan hanya menahan lapar dan haus, nak," ujar Nenek lembut, "itu juga melatih kita untuk sabar, tidak marah-marah sembarangan, dan lebih bersyukur dengan apa yang kita punya. Kamu lihat kan, ketika berbuka bersama, rasanya makanan jadi lebih nikmat karena kita sudah menunggu dengan sabar."
Dengar kata-kata Nenek, Bona merenung. Dia ingat tadi pagi dia marah karena boneka bajaknya, padahal itu bukan masalah besar. Dia juga ingat bagaimana Mama selalu menyediakan makanan yang lezat setiap hari, tapi dia jarang bilang terima kasih.
Mulai hari itu, Bona berusaha dengan sekuat tenaga. Ketika lapar datang, dia berpikir tentang mangga yang manis dan teman-teman yang sedang berusaha bersama. Ketika ingin marah, dia mengingat kata-kata Nenek tentang sabar. Dia bahkan mulai membantu Mama memasak makanan untuk berbuka bersama tetangga.
Akhirnya bulan Ramadhan usai, dan Bona merasa seperti telah menemukan harta karun tersembunyi. Dia tidak lagi anak yang suka mengeluh atau marah tanpa sebab. "Mama, sekarang saya tahu rahasia Ramadhan!" katanya dengan senyum ceria, "Puasa membuat hati kita jadi lebih bersih dan manis seperti mangga yang sudah matang!"
Mama memeluk Bona dengan cinta. "Betul sekali, nak. Semoga setiap tahunnya kamu bisa merasakan kebahagiaan yang sama."


